Tentang Mama Crea

Riana Berbagi

Hidup hakikatnya merupakan sebuah perjalanan,
yang akan terasa singkat, dan menakjubkan,....
didalamnya, kita belajar menjadi manusia seutuhnya,....
kita mengerti, dan kita berbagi.....

Minggu, 26 Februari 2012

Jumat, 24 Februari 2012

"Physics Explorer" 07 Februari 2012 kegiatan Unitas fisika Unindra PGRI

Tanggal 7 Februari lalu, aku mengikuti acara kunjungan studi yang diadakan oleh unitas fisika di kampusku. Acara yang kunikmati sebagai acara jalan-jalan itu berlangsung seharian penuh di selasa yang biasanya kuisi dengan bekerja seharian. Mungkin tak ada yang tahu, bahwa untuk mengikuti acara bertajuk "Physics Explorer" tersebut aku harus bersusah payah selain karena jadwal pekerjaanku yang padat, jarak Tangerang--Jakarta Selatan yang harus kutempuh pada petang hari cukup jauh.

Senin, tanggal 6 Februari 2012, aku berangkat dari rumahku di Teluknaga, Tangerang ba'da Magrib. Aku tidak bisa berangkat lebih awal karena paginya aku harus bertugas di SPBU 3415508 dan pada sore harinya aku harus menunaikan tugasku sebagai tutor pada sebuah lembaga bimbingan belajar. Dengan diantar oleh ayahku menggunakan sepeda motor, aku sampai di perempatan lampu merah Tanah Tinggi, Poris, Tangerang. setelah menunggu lebih kurang satu jam, Bus Agra Mas yang kutunggu muncul, aku segera menaiki bus itu tanpa mengingat ada suatu hal fatal yang kulakukan.

Perjalanan dengan Bus Agra Mas sore itu terasa lamban karena suasana lalu lintas yang padat merayap pada petang hari. empat puluh menit sejak keberangkatan, aku telah sampai di jalan Tol BSD, berita itu kukirim via sms sebagai balasan sms Astri, teman sekelasku yang menanyakan posisiku saat ini. Awalnya aku dan astri janji bertemu di mushola kampus ba'da ,magrib, tapi sepertinya aku harus ingkar karena tak bisa berangakat lebih awal. tak kusangka Astri menyampaikan ia akan tetap menungguku (Kami berdua rencananya akna menginap di rumah Resma, salah seorang panitia acraa yang bertempat tinggal tak jauh dari kampus).

Suasana malam dan sejuk AC didalam bus membuatku tak kuasa menahan kantuk hingga akhirnya tertidur pulas dikursiku. aku melewatkan sesuatu yang fatal. begitu HP-ku berbunyi keras saat ada panggilan masuk, aku segera terjaga dan mendapati bus tengah melaju di sebuah jalan tol yang tak kukenal. sampai dimana nih...?

"Hallo.."
"hallo,.. Riana sampe dimana?" suara Astri diujung sana terdengar gelisah...
"Aku,.. aku masih di jalan,.. baru sampai di,..." Kepalaku celingak-celinguk keluar jendela mencari-cari papan nama tempot yang dapat membantuku mengetahui posisiku sekarang, pandanganku smapai pada sebuah bangunan megah gemerlap seperti mall yang bertuliskan,.................................

"OMG, Astri,.. lo tau gue dimana? BE_KA_SI SQUARE,..!!!!!!" aku setengah berseru,...
yang diujung sana ber-HAH panjang,....

itu artinya tak lain dan tak bukan aku telah terlampau jauh melewati Kampung Rambutan..

***BERSAMBUNG***

Rabu, 19 Oktober 2011

CINTA


KATA CINTA KAHLIL GIBRAN



“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya”
“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman”
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”
“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”
“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang”
“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”
“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikatbersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”
(Kahlil Gibran)
Foto: Riana

Jumat, 14 Oktober 2011

Sabtu, 21 Agustus 2010

Memori Hujan

sumber Foto : dikdrum.blogspot.com

Memunguti bulir hujan di tanah kenangan...
Merah dan basah... 

Aku masih sempat melihat bintang,
sebelum mendung memutuskan terkembang...

18082010